Yogyakarta Akan Memiliki Bandara Baru yang Keren banget
idbreakingnews- Pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kabupaten Kulon
Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus dipercepat. Namun, pembangunan
fisik bandara internasional itu masih menunggu terbitnya keputusan
presiden atau keppres setelah keppres keluar Yogyakarta Akan Memiliki Bandara
Baru yang Keren banget.
Manajer Proyek Pembangunan Bandara Kulon Progo PT Angkasa Pura I, R Sujiastono, mengatakan masih menunggu keppres. Ia tidak bisa memastikan kapan keppres itu dapat diterbitkan. Ia hanya berharap keppres itu segera diterbitkan Presiden Jokowi.
Sekretaris Daerah kabupaten Kulon Progo, Astungkoro, membenarkan sudah ada kontraktor yang akan membangun fisik bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Kulon Progo.
Kontraktor
itu bernama PT Pembangunan Perumahan yang berperan sebagai mitra
pembangunan bandara dan berkedudukan sebagai investor. Namun, ia membantah
kontraktor itu hasil penunjukan dari Presiden Jokowi.
"Berita ditunjuk Presiden tidak benar," katanya.
Terkait penunjukan kontraktor pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo, bupati setempat, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa hal itu dapat saja terjadi. Sebab, menurutnya, presiden mempunyai kewenangan itu. Hanya saja, informasi terkait penunjukan kontraktor itu belum bisa dipastikan.
"Presiden punya kewenangan. Tapi saya belum dapat info secara resminya. Belum ada hitam di atas putih," tutur Hasto.
"Berita ditunjuk Presiden tidak benar," katanya.
Terkait penunjukan kontraktor pembangunan bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo, bupati setempat, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa hal itu dapat saja terjadi. Sebab, menurutnya, presiden mempunyai kewenangan itu. Hanya saja, informasi terkait penunjukan kontraktor itu belum bisa dipastikan.
"Presiden punya kewenangan. Tapi saya belum dapat info secara resminya. Belum ada hitam di atas putih," tutur Hasto.
Bandara Internasional dengan Fasilitas Sekelas Changi Airport
Hasto mengatakan, Bandara
NYIA itu akan ditunjang dengan sarana dan fasilitas bertaraf internasional. Ini
termasuk daya tampung penumpang di bandara yang juga akan dibuat lebih luas
dari Bandara Adisujipto.
Landasan pacu juga akan dibuat sepanjang 3,2 kilometer, sehingga akan membuat pesawat-pesawat berbadan besar bisa mendarat di bandara ini. Dengan begitu, penerbangan internasional langsung ke NYIA akan bisa dibuat.
"Bandara ini memang ini di-setting (dirancang) sekelas internasional, yang dirancang bisa seperti Changi (Singapura)," ujar-nya
Bahkan, Hasto mengatakan, Bandara NYIA yang baru itu juga akan menjadikan Yogyakarta sebagai transit area. Misalnya, penerbangan dari Indonesia barat menuju ke Indonesia timur bisa transit di sini. Apalagi, untuk mencapai itu, Yogyakarta memiliki modal, yakni sebagai Kota Budaya, Kota Pelajar, sekaligus Kota Wisata.
"Contoh di 2011 itu ada 3 juta penumpang dalam setahun, tapi pada 2016 sudah naik hingga 7 juta penumpang dalam setahun," tutur Hasto.
Dengan anggaran mencapai sekitar Rp 8 triliun, dia optimistis pembangunan NYIA ini selesai tepat waktu.
Landasan pacu juga akan dibuat sepanjang 3,2 kilometer, sehingga akan membuat pesawat-pesawat berbadan besar bisa mendarat di bandara ini. Dengan begitu, penerbangan internasional langsung ke NYIA akan bisa dibuat.
"Bandara ini memang ini di-setting (dirancang) sekelas internasional, yang dirancang bisa seperti Changi (Singapura)," ujar-nya
Bahkan, Hasto mengatakan, Bandara NYIA yang baru itu juga akan menjadikan Yogyakarta sebagai transit area. Misalnya, penerbangan dari Indonesia barat menuju ke Indonesia timur bisa transit di sini. Apalagi, untuk mencapai itu, Yogyakarta memiliki modal, yakni sebagai Kota Budaya, Kota Pelajar, sekaligus Kota Wisata.
"Contoh di 2011 itu ada 3 juta penumpang dalam setahun, tapi pada 2016 sudah naik hingga 7 juta penumpang dalam setahun," tutur Hasto.
Dengan anggaran mencapai sekitar Rp 8 triliun, dia optimistis pembangunan NYIA ini selesai tepat waktu.






