mwin77.com

Q99Slot.net

Q99bet.net

toge1.com

Tampilkan postingan dengan label Gubernur DKI Jakarta Gubernur DKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gubernur DKI Jakarta Gubernur DKI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2018

Polisi Telah Menangkap Pelaku Pelempar Seorang Mahasiswi di Yogyakarta


Polisi Telah Menangkap Pelaku Pelempar Seorang Mahasiswi di Yogyakarta
Polisi Telah Menangkap Pelaku Pelempar Seorang Mahasiswi di Yogyakarta
Polisi Telah Menangkap Pelaku Pelempar Seorang Mahasiswi di Yogyakarta - Tersangka pelaku pelemparan seorang mahasiswi ke Sungai Opak dari atas Jembatan Kretek, Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta, telah berhasil ditahan oleh polisi. Terdapat dua tersangka yang melakukan kejahatan tersebut yaitu berinisial S dan Y.

"Benar sudah ditangkap," kata Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan saat dimintai keterangan pada hari Selasa, 30 Januari 2018. Sahat menyatakan bahwa terdapat dua tersangka yang sudah diamankan. Untuk sementara keduanya sudah diamankan di kantor Mapolsek Kretek."Untuk sekarang ini pelaku masih dimintai keterangannya dalam kasus ini," ujarnya.

Sebelum kejadian, Septiana yang berumur 20thn merupakan seorang mahasiswi di UNS, warga Klaten, Jawa Tengah, tenggelam di Sungai Opak persis di bawah Jembatan Kretek, Bantul pada hari Senin,29 Januari 2018 lalu. Korban yang dilempar oleh kekasihnya sendiri dari atas jembatan tersebut. Korban yang akhirnya berhasil diselamatkan oleh warga sekitar di tempat kejadian.

Setelahnya korban dilarikan ke Puskesmas Kretek untuk mendapatkan perawatan medis. Korban dan janin yang dikandungnya selamat. Sesudahnya, para jajaran Polsek Kretek langsung bertindak melakukan pengejaran terhadap pelaku. Akhirnya dalam kurang dari 24 jam terduga tersangka yang terdiri dari dua orang ini berhasil diamankan oleh polisi di wilayah Jawa Tengah.

Korban diketahui pertama kali oleh saksi Widodo 42thn dan Wisni 29thn, yang merupakan warga Kretek yang sedang kebetulan melewati jembatan tersebut. Sesampainya mereka di atas jembatan, mereka mendengar adanya suara teriakan seorang wanita yang meminta pertolongan. Suara tersebut terdengar persis di bawah Jembatan Kretek. 

Dan sesudah dilihat-lihat ternyata sumber teriakan yang meminta tolong tersebut berasal dari korban. Akhirnya korban yang tenggelam berhasil ditolong oleh warga dengan menggunakan pelampung dan juga perahu dayung kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Kretek.

Polisi yang datang ke TKP langsung menindaklanjuti secara mendalam kasus ini. Pelaku yang melempar Septiana pun ditangkap. Maya Shintowati Pandji selaku Kepala Dinas Kesehatan Bantul, mengatakan bahwa korban yang dilempar dari atas jembatan ke Sungai Opak tepatnya berada di bawah Jembatan Kretek Bantul sedang hamil sekitar 7 bulan. Setelah mendapat perawatan, kondisi korban dan janinnya sudah membaik.

Diwawancara secara terpisah, Kapolsek Kretek, Kompol Leo Fasak menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal pada saat korban diajak oleh pacarnya ke kawasan Parangtritis. Korban yang berangkat dengan membawa sepeda motor seorang diri. Sementara pacarnya datang mengendarai sepeda motor bersama dengan temannya.

"Korban lalu berangkat sendirian dari Klaten ke Parangtritis," ujar Leo kepada wartawan yang berada di Mapolsek Kretek, pada hari Senin, 29 Januari 2017. Sebelum sesampai korban di Parangtritis ternyata hujan sudah turun. Setelah itu korban  berserta dengan pacarnya berhenti dari motor di atas jembatan. Lalu sempat terjadi sebuah pertikaian di antara korban dengan pacarnya tersebut. 

"Korban akhirnya jatuh dari atas jembatan ke sungai (Opak). Iya (dijatuhkan)," jelasnya. Berdasarkan atas keterangan dari korban kepada polisi, korban ini sengaja dibuang ke sungai oleh pacarnya sendiri. Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan pagi ini telah menyatakan kedua tersangka tersebut telah diamankan. Polisi sampai saat ini masih mendalami kasus ini. "Untuk sementara ini tersangka masih kami dimintai keterangannya," jelasnya kepada wartawan. 


Share:

Jumat, 15 Desember 2017

PKL Tanah Abang di Izinkan Jualan Di Trotoar Oleh Anies Sandi



Trotoar Salah satu pedagang minuman yang berjual beli di sekitar trotoar Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku beruntung karena Jakarta dipimpin oleh Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Ungkapan itu dikatakan Asih (bukan nama sebenarnya) saat ditemuiKompas.com di trotoar Stasiun Tanah Abang yang mengarah ke Pasar Blok G Tanah Abang.
Asih mengaku, karena Anies-Sandi memimpin Jakarta, dia dan beberapa rekan pedagang lainnya bisa kembali menjual di trotoar.
"Top deh pedagang kaki lima hanya bisa berjual beli di trotoar, yang penting tidak melalui jalur kuning," kata Asih saat melayani pembeli, Rabu (13/12/2017).
Pemerintahan Anies Sandi sangat longgar di Jakarta yang dipimpin oleh Ahok-Djarot.
"ahok langsung diangkut - angkutin," kata Asih.
Asih meminta Anies-Sandi untuk mempertahankan persetujuan pengaturan.
Dengan kelonggaran yang diberikan, dia yang merupakan warga Palmerah, Jakarta Barat, bisa menunjang keenam anaknya tersebut.
Padahal, Asih meminta, jika tidak diperbolehkan menjual di trotoar, terlebih dahulu disiapkan pekerjaan pengganti sehingga dia tetap bisa menunjang anak-anaknya.
"Saya juga enggak pengen kaya gini, panas panas, kalau ada pekerjaan lain yang gaji saya tenang," kata Asih.
Sejalan dengan Asih, salah satu pedagang somay bernama Sugeng mengaku tidak perlu khawatir lagi dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang biasa melakukan pengekangan.
"Tidak ada lagi kucing-kucingan, kalau sekarang Satpol PP melalui mesin yang dipesan kita direkayasa, kalau dulunya diangkut langsung ke kucing-kucingan," kata Sugeng.
Selain itu, berjual beli di trotoar juga membuat tidak repot membayar sewa tanah. Sebab, saat berjual beli di trotoar di Tanah Abang, dia belum pernah menulis sepeser pun.
"Tidak ada iuran, ya kebanyakan kalau ada yang meminta kita untuk mencintai seikhlasnya, tapi bukan sewa tanahnya," kata Sugeng.
Lain halnya dengan Najamudin, salah satu pedagang pakaian yang berjual beli di trotoar tepat di seberang stasiun. Ia harus membayar uang sewa setiap bulannya Rp 1 juta.
"Bayar setiap bulan, ada juga yang harian. Meski bayar tapi kita bisa berjualan di sini, orang yang beli terlalu banyak," kata Najamudin.
Menurut Najamudin, iuran iurannya tidak resmi. Jadi, jika sewaktu-waktu ada pengertiban, dia hanya bisa pasrah menyesali barang dagangan.
"Ya kalau kita diajak insinyur, tapi kalau kita punya Satpol PP, kita akan menginstalnya lagi," katanya.
Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite Translator
Share:

Agen Judi Online Terpercaya

mwin77.com

Agen Judi Bola dan Casino Online


Q99bet.net

Agen Judi Poker Online Uang Asli

Q99Slot.net

Agen Judi Togel Terpercaya

toge1.com

Blog Archive