![]() |
| Seorang Sopir Taksi Online Uber Merampok Seorang Karyawati Bank |
Aldy Erlangga yang berprofesi sebagai Sopir taksi online berumur 19 tahun ini nekat merampok Mega
Anisa berumur 27thn yang berkerja sebagai karyawati bank di Gerbang Tol (GT) Cileunyi, pada hari Rabu,17 Januari lalu pada malam hari. Kepala Humas
Uber Indonesia yaitu Dian Safitri sangat menyayangkan atas kejadian tersebut.
"Kejadian itu sangatlah disayangkan. Kami sudah berhubungan dan juga bekerja sama dengan para aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung," kata Dian. Dalam kasus ini, korban Mega Anisa memesan taksi online dari Setiabudhi menuju Buahbatu, Bandung. Akan tetapi dalam perjalanan, korban yaitu Mega Anisa justru ditodong pisau dan tangan saya diborgol.
"Kejadian itu sangatlah disayangkan. Kami sudah berhubungan dan juga bekerja sama dengan para aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung," kata Dian. Dalam kasus ini, korban Mega Anisa memesan taksi online dari Setiabudhi menuju Buahbatu, Bandung. Akan tetapi dalam perjalanan, korban yaitu Mega Anisa justru ditodong pisau dan tangan saya diborgol.
"Intinya awalnya itu saya pesan normal saja. Tiba-tiba terjadi seperti itu. Saya
ditodongkan dengan pisau dan juga tangan saya diborgol. Barang-barang saya semua diambil," kata Mega pada saat berada di
Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung. Mega yang ditodong dan juga diborgol pada saat sebelum mobil taksi online tersebut masuk ke dalam gerbang tol
Pasteur. Dan lagi, Mega juga dibawa jauh dari arah tujuannya sampai ke Cileunyi.
Selama dalam perjalanan tersebut, Mega tidak bisa bergerak karena borgol masih
dalam posisi mengikat di lengannya. Untungnya pada saat berada di gerbang tol Cileunyi, semua mobil sedang mengantri untuk membayar e-tol. Kesempatan tersebut digunakan oleh Mega untuk bisa kabur. Dalam waktu kurang dari
24 jam akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka Aldy Erlangga di kediamannya.
Agung Budi Maryoto selaku Kapolda Jabar Irjen menyatakan bahwa kasus ini merupakan murni
perampokan yang dilatar belakangi karena kebutuhan ekonomi. Pelaku yang nekat
merampok ini lantaran karena kepepet biaya untuk sehari-hari. "Motifnya ini dikarenakan oleh kebutuhan ekonominya," ujar Agung.
Sedangkan pelaku yang bernama Aldy Erlangga ini menyatakan bahwa telah mengincar handphone korban selama di dalam perjalanan. Korban yang pada saat itu menggenggam handphone merek Iphone plus yang berwarna emas. "Pelaku hanya tergiur saja dengan HP-nya. Awalnya hanya mau anter pulang korban saja, tidak ada niat apapun tapi melihat HP-nya," kata Aldy.
Sedangkan pelaku yang bernama Aldy Erlangga ini menyatakan bahwa telah mengincar handphone korban selama di dalam perjalanan. Korban yang pada saat itu menggenggam handphone merek Iphone plus yang berwarna emas. "Pelaku hanya tergiur saja dengan HP-nya. Awalnya hanya mau anter pulang korban saja, tidak ada niat apapun tapi melihat HP-nya," kata Aldy.
Aldy juga menyatakan bahwa dirinya selalu membawa parang dan juga borgol pada saat mengemudi mobil. Dengan tujuannya hanya untuk menjaga-jaga dirinya jika terjadi perbuatan kriminal kepada dirinya, akan tetapi ia
justru menggunakan untuk merampok sang korban. Pada saat kejadian ini dilakukan, Aldy yang mengarahkan senjata tersebut ke leher korban. Dan juga, ujung parang tersebut menempel di leher Mega.
Bukan hanya itu saja, Aldy pun meminta dengan cara paksa supaya korban memakai borgol
besi tersebut. Karena tidak bisa memakainya, Aldy pun ikut membantu pada saat memasangnya. Aldy mengaku tidak ada niat jahat pada saat melakukan aksi tersebut. Bahkan dirinya juga mengaku parang dan borgol tersebut tidak disiapkan dengan sengaja.
"Itu hanya untuk jaga-jaga saja. Memang saya suka membawanya. (Sajam dan borgol) yang ada di rumah saya bawa," ujar Aldy. Aldy pun mengaku tak ada niatan untuk membawa kabur korban. Namun lantaran panik, Aldy membawa korban hingga ke Cileunyi. "Tadinya saya mau menurunkan dia di Cileunyi," kata dia.
Aldy mengatakan aksi sadisnya tersebut dikarenakan kebutuhan ekonomi. Handphone yang dia ambil dari Mega juga rencananya akan dijual olehnya. "Pendapatan saya selama ini kurang. Dari Uber saja hanya dapat tiga juta dalam sebulan," tutur Aldy.
"Itu hanya untuk jaga-jaga saja. Memang saya suka membawanya. (Sajam dan borgol) yang ada di rumah saya bawa," ujar Aldy. Aldy pun mengaku tak ada niatan untuk membawa kabur korban. Namun lantaran panik, Aldy membawa korban hingga ke Cileunyi. "Tadinya saya mau menurunkan dia di Cileunyi," kata dia.
Aldy mengatakan aksi sadisnya tersebut dikarenakan kebutuhan ekonomi. Handphone yang dia ambil dari Mega juga rencananya akan dijual olehnya. "Pendapatan saya selama ini kurang. Dari Uber saja hanya dapat tiga juta dalam sebulan," tutur Aldy.
Berdasarkan dari
interogasi penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung, Aldy mengatakan bahwa dia menggunakan akun milik orang lain. Ia juga beralasan kalau akun miliknya sudah diblokir oleh pihak Uber. "Iya dia akunnya sudah diblokir dari
perusahaannya," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di
Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.






