mwin77.com

Q99Slot.net

Q99bet.net

toge1.com

Senin, 05 Februari 2018

Diculik, Bocah Asal Argentina Diduga Berada di Indonesia


Diculik, Bocah Asal Argentina Diduga Berada di Indonesia


Jakarta: Seorang bocah asal Argentina yang diyakini telah diculik, kini diduga berada di Indonesia. Kedutaan Besar Argentina di Jakarta pun meminta bantuan publik untuk menemukan bocah tersebut.

Dikutip dari The Star, Senin 5 Februari 2018, bocah bernama Alum Langone Avalos diyakini telah dibawa masuk ke Indonesia melalui Batam.



Diculik, Bocah Asal Argentina Diduga Berada di Indonesia
Share:

Kamis, 01 Februari 2018

Polisi Telah Menangkap Pelaku Pelempar Seorang Mahasiswi di Yogyakarta


Polisi Telah Menangkap Pelaku Pelempar Seorang Mahasiswi di Yogyakarta
Polisi Telah Menangkap Pelaku Pelempar Seorang Mahasiswi di Yogyakarta
Polisi Telah Menangkap Pelaku Pelempar Seorang Mahasiswi di Yogyakarta - Tersangka pelaku pelemparan seorang mahasiswi ke Sungai Opak dari atas Jembatan Kretek, Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta, telah berhasil ditahan oleh polisi. Terdapat dua tersangka yang melakukan kejahatan tersebut yaitu berinisial S dan Y.

"Benar sudah ditangkap," kata Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan saat dimintai keterangan pada hari Selasa, 30 Januari 2018. Sahat menyatakan bahwa terdapat dua tersangka yang sudah diamankan. Untuk sementara keduanya sudah diamankan di kantor Mapolsek Kretek."Untuk sekarang ini pelaku masih dimintai keterangannya dalam kasus ini," ujarnya.

Sebelum kejadian, Septiana yang berumur 20thn merupakan seorang mahasiswi di UNS, warga Klaten, Jawa Tengah, tenggelam di Sungai Opak persis di bawah Jembatan Kretek, Bantul pada hari Senin,29 Januari 2018 lalu. Korban yang dilempar oleh kekasihnya sendiri dari atas jembatan tersebut. Korban yang akhirnya berhasil diselamatkan oleh warga sekitar di tempat kejadian.

Setelahnya korban dilarikan ke Puskesmas Kretek untuk mendapatkan perawatan medis. Korban dan janin yang dikandungnya selamat. Sesudahnya, para jajaran Polsek Kretek langsung bertindak melakukan pengejaran terhadap pelaku. Akhirnya dalam kurang dari 24 jam terduga tersangka yang terdiri dari dua orang ini berhasil diamankan oleh polisi di wilayah Jawa Tengah.

Korban diketahui pertama kali oleh saksi Widodo 42thn dan Wisni 29thn, yang merupakan warga Kretek yang sedang kebetulan melewati jembatan tersebut. Sesampainya mereka di atas jembatan, mereka mendengar adanya suara teriakan seorang wanita yang meminta pertolongan. Suara tersebut terdengar persis di bawah Jembatan Kretek. 

Dan sesudah dilihat-lihat ternyata sumber teriakan yang meminta tolong tersebut berasal dari korban. Akhirnya korban yang tenggelam berhasil ditolong oleh warga dengan menggunakan pelampung dan juga perahu dayung kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Kretek.

Polisi yang datang ke TKP langsung menindaklanjuti secara mendalam kasus ini. Pelaku yang melempar Septiana pun ditangkap. Maya Shintowati Pandji selaku Kepala Dinas Kesehatan Bantul, mengatakan bahwa korban yang dilempar dari atas jembatan ke Sungai Opak tepatnya berada di bawah Jembatan Kretek Bantul sedang hamil sekitar 7 bulan. Setelah mendapat perawatan, kondisi korban dan janinnya sudah membaik.

Diwawancara secara terpisah, Kapolsek Kretek, Kompol Leo Fasak menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal pada saat korban diajak oleh pacarnya ke kawasan Parangtritis. Korban yang berangkat dengan membawa sepeda motor seorang diri. Sementara pacarnya datang mengendarai sepeda motor bersama dengan temannya.

"Korban lalu berangkat sendirian dari Klaten ke Parangtritis," ujar Leo kepada wartawan yang berada di Mapolsek Kretek, pada hari Senin, 29 Januari 2017. Sebelum sesampai korban di Parangtritis ternyata hujan sudah turun. Setelah itu korban  berserta dengan pacarnya berhenti dari motor di atas jembatan. Lalu sempat terjadi sebuah pertikaian di antara korban dengan pacarnya tersebut. 

"Korban akhirnya jatuh dari atas jembatan ke sungai (Opak). Iya (dijatuhkan)," jelasnya. Berdasarkan atas keterangan dari korban kepada polisi, korban ini sengaja dibuang ke sungai oleh pacarnya sendiri. Kapolres Bantul, AKBP Sahat M Hasibuan pagi ini telah menyatakan kedua tersangka tersebut telah diamankan. Polisi sampai saat ini masih mendalami kasus ini. "Untuk sementara ini tersangka masih kami dimintai keterangannya," jelasnya kepada wartawan. 


Share:

Senin, 22 Januari 2018

Jokowi Usulkan Petani Mesuji untuk Menjual Beras secara Online


Jokowi Usulkan Petani Mesuji untuk Menjual Beras secara Online
Jokowi Usulkan Petani Mesuji untuk Menjual Beras secara Online

Presiden Joko Widodo atau yang biasa dipanggil Jokowi datang berkunjung ke salah satu kawasan pertanian di Kabupaten Mesuji. Beliau mendorong petani yang ada di sini untuk memasarkan produk pertanian sawah padi yaitu berupa beras, kalau bisa dipasarkan secara daring alias online.

"Sekarang harus mulai seperti itu. Jadikan pembelinya tidak hanya sekitar itu saja, kalau mulai memasarkannya melalui online semua orang yang ada di seluruh Indonesia, dunia, bisa memesan nya langsung" kata Jokowi pada saat menghadiri acara Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang Terintegrasi di Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji pada hari Minggu, 21 Januari 2018.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Kepresidenan, Bey Machmudin melalui keterangan pers tertulis.

"Inilah yang harus kita lakukan bersama-sama sampai sekali lagi semua produk pertanian kita tidak akan ketinggalan zaman. Terdapat pengerjaan setelah panen, pengeringan, digilang, kemudian dikemas baik dan lagi diberi nama baik dan juga dikemas dalam beberapa kelompok besar petani, kemudian diberi merek. Hal itu akan memberi nilai tambahan dengan menaikkan harga," kata Presiden.

Semua itu bisa dilakukan dengan lebih mudah apabila petani tidak bergerak sendirian. Petani hanya perlu untuk berkonsolidasi membentuk sebuah kelompok yang besar. "Jangan hanya bergerak sendiri hal itu akan menbuat sulit. Kalau bisa petani berproduksi dalam jumlah yang besar nantinya petani bisa bersaing," ujarnya.

Dengan cara seperti itu dapat menjadikan semua produk pertanian yang ada di Indonesia tidak  jadi ketinggalan zaman. Dan juga sekarang adanya kecenderungan dalam hal minat produk beras organik yang berasal dari luar negeri. Hal ini juga akan menjadi peluang untuk bisa ekspor bagi para petani di Mesuji.

Dengan turut hadir mendampingi Jokowi di acara ini, yakni Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Lampung Ridho Ficardo.
Share:

Minggu, 21 Januari 2018

Seorang Sopir Taksi Online Uber Merampok Seorang Karyawati Bank

Seorang Sopir Taksi Online Uber Merampok Seorang Karyawati Bank
Aldy Erlangga yang berprofesi sebagai Sopir taksi online berumur 19 tahun ini nekat merampok Mega Anisa berumur 27thn yang berkerja sebagai karyawati bank di Gerbang Tol (GT) Cileunyi, pada hari Rabu,17 Januari lalu pada malam hari. Kepala Humas Uber Indonesia yaitu Dian Safitri sangat menyayangkan  atas kejadian tersebut.

"Kejadian itu sangatlah disayangkan. Kami sudah berhubungan dan juga bekerja sama dengan para aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung," kata Dian. Dalam kasus ini, korban Mega Anisa memesan taksi online dari Setiabudhi menuju Buahbatu, Bandung. Akan tetapi dalam perjalanan, korban yaitu Mega Anisa justru ditodong pisau dan tangan saya diborgol.
"Intinya awalnya itu saya pesan normal saja. Tiba-tiba terjadi seperti itu. Saya ditodongkan dengan pisau dan juga tangan saya diborgol. Barang-barang saya semua diambil," kata Mega pada saat berada di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung. Mega yang ditodong dan juga diborgol pada saat sebelum mobil taksi online tersebut masuk ke dalam gerbang tol Pasteur. Dan lagi, Mega juga dibawa jauh dari arah tujuannya sampai ke Cileunyi. 

Selama dalam perjalanan tersebut, Mega tidak bisa bergerak karena borgol masih dalam posisi mengikat di lengannya. Untungnya pada saat berada di gerbang tol Cileunyi, semua mobil sedang mengantri untuk membayar e-tol. Kesempatan tersebut digunakan oleh Mega untuk bisa kabur. Dalam waktu kurang dari 24 jam akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka Aldy Erlangga di kediamannya. 

Agung Budi Maryoto selaku Kapolda Jabar Irjen menyatakan bahwa kasus ini merupakan murni perampokan yang dilatar belakangi karena kebutuhan ekonomi. Pelaku yang nekat merampok ini lantaran karena kepepet biaya untuk sehari-hari. "Motifnya ini dikarenakan oleh kebutuhan ekonominya," ujar Agung.

Sedangkan pelaku yang bernama Aldy Erlangga ini menyatakan bahwa telah mengincar handphone korban selama di dalam perjalanan. Korban yang pada saat itu menggenggam handphone merek Iphone plus yang berwarna emas. "Pelaku hanya tergiur saja dengan HP-nya. Awalnya hanya mau anter pulang korban saja, tidak ada niat apapun tapi melihat HP-nya," kata Aldy.

Aldy juga menyatakan bahwa dirinya selalu membawa parang dan juga borgol pada saat mengemudi mobil. Dengan tujuannya hanya untuk menjaga-jaga dirinya jika terjadi perbuatan kriminal kepada dirinya, akan tetapi ia justru menggunakan untuk merampok sang korban. Pada saat kejadian ini dilakukan, Aldy yang mengarahkan senjata tersebut ke leher korban. Dan juga, ujung parang tersebut menempel di leher Mega.
 
Bukan hanya itu saja, Aldy pun meminta dengan cara paksa supaya korban memakai borgol besi tersebut. Karena tidak bisa memakainya, Aldy pun ikut membantu pada saat memasangnya. Aldy mengaku tidak ada niat jahat pada saat melakukan aksi tersebut. Bahkan dirinya juga mengaku parang dan borgol tersebut tidak disiapkan dengan sengaja.

"Itu hanya untuk jaga-jaga saja. Memang saya suka membawanya. (Sajam dan borgol) yang ada di rumah saya bawa," ujar Aldy. Aldy pun mengaku tak ada niatan untuk membawa kabur korban. Namun lantaran panik, Aldy membawa korban hingga ke Cileunyi. "Tadinya saya mau menurunkan dia di Cileunyi," kata dia.

Aldy mengatakan aksi sadisnya tersebut dikarenakan kebutuhan ekonomi. Handphone yang dia ambil dari Mega juga rencananya akan dijual olehnya. "Pendapatan saya selama ini kurang. Dari Uber saja hanya dapat tiga juta dalam sebulan," tutur Aldy.
Berdasarkan dari interogasi penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung, Aldy mengatakan bahwa dia menggunakan akun milik orang lain. Ia juga beralasan kalau akun miliknya sudah diblokir oleh pihak Uber. "Iya dia akunnya sudah diblokir dari perusahaannya," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.
Share:

Minggu, 14 Januari 2018

Paket Combo 300 Milyar untuk Kemenangan Pilkada


Sudah beredar luas kebenaran seorang Calon Gubernur bernama La Nyalla yang bergabung dengan Partai Gerinda yang di Ketuai oleh Prabowo Subianto mengenai Jalan Pintas / Jalan Toll untuk kemenangan sebagai Cagub-Cawagub.

Pengakuan La Nyalla Mattalitti terkait permintaan uang oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah membuat gempar dunia politik di Indonesia, dengan dibongkarnya syarat uang yang diterapkan Gerindra untuk mengeluarkan rekomendasi di dalam Pilgub Jawa Timur 2018. La Nyalla menuding bahwa Prabowo meminta uang ratusan miliar rupiah. Gerindra pun membantah tudingan La Nyalla.

Menurut  Ikhsan Achmad sebagai akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, ternyata hal tersebut dilakukan di 'bawah meja' walaupun secara formal selalu dikesankan seolah terbuka dan demokratis. Ikhsan mengatakan demikian karena sudah pernah melakukan penelitian pada saat pemilihan walikota Serang, Banten pada tahun 2013. Penelitian ini pun tertulis di dalam bukunya yang berjudul Pilar Demokrasi Kelima: Realitas Konstruksi Politik Uang di Kota Serang.

Terdapat salah satu calon yang membayar 'mahar' sebesar Rp 5 miliar untuk bisa mendapatkan dukungan parpol. Besaran uang 'mahar'- nya pun ditentukan oleh jumlah kursi di dalam DPRD Kota Serang. Praktek tersebut sebenarnya termasuk dalam golongan politik uang. Hanya saja pihak KPU tidak bisa mengawasinya karena dalam proses pengawasan politik uang ini dilakukan pada saat calon kepala daerah akan mendaftar ke KPU.

"Politik uang sering terjadi secara sistemik pada empat level, antara lain pembelian dukungan parpol, pencitraan dalam dunia politik, membeli pengaruh para pemilih, dan juga transaksi dalam jual-beli suara," tulis Ikhsan. Kota Serang bukan hanya satu-satunya yang tercatat dalam transaksi uang 'mahar' ini. Ada juga Bupati Karawang yaitu Dedi Mulyadi pernah juga mengaku dimintai uang sebesar Rp 10 miliar oleh orang-orang yang mengaku dekat dengan para elite Partai Golkar pada saat ingin mencalonkan diri sebagai cagub Jawa Barat, pada bulan September 2017.

Menurut pengakuan yang diungkapkan oleh Dedi ini merupakan syarat daripada untuk mendapatkan persetujuan dukungan. Akan tetapi Dedi tidak mau memenuhi permintaan tersebut, dan para elit Partai Golkar pun telah membantah keras terdapatnya permintaan 'mahar' politik tersebut. Kenyataannya, waktu itu nama Dedi pada akhirnya tidak mendapatkan suara rekomendasi sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

Posisinya kemudian digantikan oleh Ridwan Kamil yang nyatanya bukanlah pengurus maupun kader Golkar seperti Dedi. Pada saat posisi Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar digantikan oleh Arilangga Hartarto, akhirnya posisi Dedi pun dapat kembali seperti yang diharapkannya. Menurut pendapat Ikhsan Achmad, selama ini permintan uang 'jalan toll' ini sudah membudaya di dalam kalangan parpol. Hanya saja transaksi dilakukan dengan sangat tertutup.

Pengawasan pun mengalami kesulitan karena kriteria yang diajukan oleh parpol mengenai calon kepala daerah tidak dapat diukur. Menurutnya proses seleksi seperti ini mencerminkan bahwa partai politik merupakan bagian daripada persoalan utama yang menyebabkan esensi dalam demokrasi selalu tenggelam. Pendidikan politik dan juga kesadaran masyarakat sendiri tidak pernah serius untuk dilakukan.

"Sifatnya yang tertutup dalam proses seleksi pencalonan kepala daerah menjadi salah satu penyebab terjadinya demokrasi yang sangat mahal karena banyak terjadinya transaksi yang telah merugikan kepentingan masyarakat dan ini menjadi faktor utama pada saat terjadinya rantai korupsi," imbuhnya.
Share:

Jumat, 15 Desember 2017

PKL Tanah Abang di Izinkan Jualan Di Trotoar Oleh Anies Sandi



Trotoar Salah satu pedagang minuman yang berjual beli di sekitar trotoar Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengaku beruntung karena Jakarta dipimpin oleh Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta dan Sandiaga Uno selaku Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Ungkapan itu dikatakan Asih (bukan nama sebenarnya) saat ditemuiKompas.com di trotoar Stasiun Tanah Abang yang mengarah ke Pasar Blok G Tanah Abang.
Asih mengaku, karena Anies-Sandi memimpin Jakarta, dia dan beberapa rekan pedagang lainnya bisa kembali menjual di trotoar.
"Top deh pedagang kaki lima hanya bisa berjual beli di trotoar, yang penting tidak melalui jalur kuning," kata Asih saat melayani pembeli, Rabu (13/12/2017).
Pemerintahan Anies Sandi sangat longgar di Jakarta yang dipimpin oleh Ahok-Djarot.
"ahok langsung diangkut - angkutin," kata Asih.
Asih meminta Anies-Sandi untuk mempertahankan persetujuan pengaturan.
Dengan kelonggaran yang diberikan, dia yang merupakan warga Palmerah, Jakarta Barat, bisa menunjang keenam anaknya tersebut.
Padahal, Asih meminta, jika tidak diperbolehkan menjual di trotoar, terlebih dahulu disiapkan pekerjaan pengganti sehingga dia tetap bisa menunjang anak-anaknya.
"Saya juga enggak pengen kaya gini, panas panas, kalau ada pekerjaan lain yang gaji saya tenang," kata Asih.
Sejalan dengan Asih, salah satu pedagang somay bernama Sugeng mengaku tidak perlu khawatir lagi dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang biasa melakukan pengekangan.
"Tidak ada lagi kucing-kucingan, kalau sekarang Satpol PP melalui mesin yang dipesan kita direkayasa, kalau dulunya diangkut langsung ke kucing-kucingan," kata Sugeng.
Selain itu, berjual beli di trotoar juga membuat tidak repot membayar sewa tanah. Sebab, saat berjual beli di trotoar di Tanah Abang, dia belum pernah menulis sepeser pun.
"Tidak ada iuran, ya kebanyakan kalau ada yang meminta kita untuk mencintai seikhlasnya, tapi bukan sewa tanahnya," kata Sugeng.
Lain halnya dengan Najamudin, salah satu pedagang pakaian yang berjual beli di trotoar tepat di seberang stasiun. Ia harus membayar uang sewa setiap bulannya Rp 1 juta.
"Bayar setiap bulan, ada juga yang harian. Meski bayar tapi kita bisa berjualan di sini, orang yang beli terlalu banyak," kata Najamudin.
Menurut Najamudin, iuran iurannya tidak resmi. Jadi, jika sewaktu-waktu ada pengertiban, dia hanya bisa pasrah menyesali barang dagangan.
"Ya kalau kita diajak insinyur, tapi kalau kita punya Satpol PP, kita akan menginstalnya lagi," katanya.
Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite Translator
Share:

Kamis, 14 Desember 2017

Dua polisi Razia di kampung diusir sejumlah anak muda di Desa Getasrejo

 Gerobogan - Dua orang polisi diusir sejumlah anak muda di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Mereka diusir karena dinilai tidak pantas menggelar operasi lalu lintas di jalanan dalam kampung

Kejadian ini memang tidak jelas kapan terjadinya. Namun, rekaman video ini sudah menjadi viral di media sosial dan terus dibagikan melalui berbagai akun media sosial mulai Senin, 11 Desember 2017. Awalnya, dua polisi ini memarkirkan sepeda motornya di ujung gang. Kemudian mereka mulai beraksi dengan menghentikan dan memeriksa pengguna jalan.
Melihat hal itu, sejumlah pemuda kampung menghampiri dan mencoba bertanya. Akhirnya perdebatan tidak terelakkan.

"Yang benar saja Pak. Neng kampung ono cegatan ngopo (di kampung ada razia ngapain?). Ra wajar kuwi (Enggak wajar itu)," kata seorang pemuda.
Awalnya dua polisi ini berkukuh dan akan tetap menggelar razia. Namun, melihat ada pemuda yang berani menolak, maka warga yang lain ikut mendekat dan ikut berbicara.
Baca Juga


"Ini jalanan kampung bukan jalan raya, Pak. Hak milik warga kampung," teriak pemuda berjaket kulit hitam.
"Di Jakarta itu biasa," jawab salah satu polisi tetap mengenakan helm dan tidak membuka maskernya.
"Itu Jakarta. Sana di Jakarta. Ini Grobogan," jawab pemuda tadi.

Terus-menerus Dimaki

Mendapat makian dan umpatan, polisi tadi kemudian pergi meninggalkan temannya. Warga masih emosi. Polisi yang ditinggal juga masih mengenakan masker sehingga tak tampak wajahnya itu kemudian berusaha mendinginkan suasana.
"Heh…ojo koyo ngono. Omonganmu kuwi enggak layak. (Heh…jangan begitu. Ucapanmu itu tak layak didengar)" kata polisi yang ditinggal itu sambil melipat buku tilang.
"Yang tidak layak itu bapak. Mau mencari uang bukan begitu caranya. Ini jalan kampung," teriak pemuda berjaket hitam dengan emosi.
Akhirnya dua polisi ini pergi meninggalkan kampung Getasrejo dan dilihat banyak sekali penduduk. Sementara warga masih terlihat sangat emosi. Meski dua polisi itu sudah pergi, masih terdengar gerundelan warga.
"Polisi opo kuwi. Golek duit kok carane ngono. (Polisi macam apa itu, mencari uang kok begitu caranya)," sayup-sayup terdengar omelan warga.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan dari Polres Grobogan mengenai kejadian yang sebenarnya. Identitas dua polisi dan juga identitas pemuda berjaket juga belum diketahui.
Selanjutnya: Terus-menerus Dimaki
Share:

Rabu, 13 Desember 2017

Setya Novanto Dapat Hukuman Di Penjara Seumur Hidup


Setya Novanto didakwa menerima USD 7,3 juta terkait kasus korupsi proyek e-KTP. Jaksa di KPK disebut Novanto ikut campur dalam proses penganggaran dan pengadaan barang dan jasa proyek.

"Terdakwa baik secara langsung maupun tidak langsung ikut campur dalam proses penganggaran dan pengadaan paket kerja Aplikasi Identifikasi Kartu Identitas Berbasis Angka Milik Negara (NIK) Secara nasional," kata JPU kepada KPK membaca dakwaan di pengadilan di Pengadilan Tipikor (KPK) Tipikor) Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017).

Atas tindakannya, Novanto dijerat oleh Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Korupsi Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 sampai dengan 1 KUHP. Dari uraian artikel tersebut, Novanto diancam dipenjara seumur hidup.

Inilah uraiannya:

Pasal 2 ayat 1

Setiap orang yang secara tidak sah melakukan tindakan pengayaan dirinya atau orang lain atau perusahaan yang dapat membahayakan keuangan negara atau ekonomi negara, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau dipenjara Minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda sekurangnya 200 juta Rp dan maksimal Rp 1 miliar..

Pasal 3

Setiap orang yang, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari dirinya atau orang lain atau korporasi, menyalahgunakan wewenang, kesempatan atau sarana yang tersedia baginya karena posisi atau posisi yang dapat membahayakan keuangan negara atau ekonomi negara, dapat dikenai hukuman seumur hidup. pemenjaraan atau pemenjaraan maksimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun dan atau denda sekurang-kurangnya Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar.
Share:

UU Kewajiban Penayangan Video Rapat ada Dalam Pergub! Sandiaga Ubah Aturan Dilarang Menanyangkan Video Rapat?

Masa pemerintahan Pemerintahan Provinsi DKI (Pemprov DKI) di era Ahok sering menghasilkan inovasi yang cukup unik.
Salah satunya pemanfaatan media Youtube.
Melalui media kontemporer ini, pemerintah kota biasa mengunggah video Leadership Meeting (Rapim).

Tujuan dari inovasi ini sendiri adalah untuk memberikan transparansi di era pemerintahan tokoh Basuki Tjahaja Purnama.
Melalui upload video rapim di Youtube, orang bisa menilai sendiri bagaimana kinerja para pelayan negara untuk melayani warga.
Sayangnya, video rapim di saluran Youtube milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemungkinan akan segera lenyap dari peredaran internet.
Karena pemerintah kota berencana untuk tidak mengupload video rapim di Youtube lagi di era Anies-Sandi!
Kebijakan kontroversial ini dijelaskan oleh sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
Ada beberapa alasan bagi Sandiaga untuk tidak mengunggah video rapim ke akun YouTube Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lagi.
Alasan pertama disampaikan Sabtu lalu
Bagi Sandiaga, tujuan dan pesan apa yang akan disampaikan kepada orang-orang dengan video tersebut harus dipertanyakan.
"Kita lihat dalam hal keefektifan, rapim kalau mau mengangkat pesan apa yang ingin kita angkat?" Sandiaga mengatakan di kantor Kebayoran Baru, Sabtu (9/12/2017).
Sandi, dia tidak mau menggunakan chanel milik Pemprov DKI untuk membaginya.
Dia khawatir ada masalah yang sedang dibahas dalam rapim yang bisa menimbulkan keributan di masyarakat.
"Tidak ada yang benar-benar memicu, tapi misalnya ada isu RT / RW dari segala macam debat, polisnya belum final tapi sudah dikritik, berspekulasi," kata Sandiaga di kantor kecamatan Kebayoran Baru, Sabtu (9 / 12/2017).
Sandiaga tidak mau ribut soal kebijakan kota karena video.
Apalagi kebijakannya tidak final dan masih dalam proses.
"Prosesnya masih berjalan, belum ada yang diputuskan," kata Sandiaga.
Sandiaga juga khawatir ada isu yang sedang dibahas di rapim yang bisa menimbulkan keributan di masyarakat.
Dia khawatir ada masalah yang sedang dibahas dalam rapim yang bisa menimbulkan keributan di masyarakat.
"Tidak ada yang benar-benar memicu, tapi misalnya ada isu RT / RW dari segala macam debat, polisnya belum final tapi sudah dikritik, berspekulasi," kata Sandiaga di kantor kecamatan Kebayoran Baru, Sabtu (9 / 12/2017).
Sandiaga tidak mau ribut soal kebijakan kota karena video.
Apalagi kebijakannya tidak final dan masih dalam proses.
"Prosesnya masih berjalan, belum ada yang diputuskan," kata Sandiaga.
Sandiaga juga khawatir ada isu yang sedang dibahas di rapim yang bisa menimbulkan keributan di masyarakat.
Menurut Sandiaga, dia dan Anies tidak ingin membuat video meme oleh netizens.
"Jika digunakan untuk meme, video tersebut diedit, baik oleh mereka yang mendukung kami atau mereka yang belum mendukung, akhirnya menjadi perpecahan," katanya di kawasan Penggilingan, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).
Sandiaga mengaku belajar dari pertemuan video pertamanya yang diunggah di YouTube. Video tersebut, tambahnya, menjadi subjek tiruan, baik oleh mereka yang tidak mendukung Anies-Sandi maupun pendukungnya.
"Kemarin berkata, 'Tuh, gubernur kita baik untuk membicarakan sikapnya.' Ini pemicu, yang ada di sisi ini, 'Tidak, ini tidak jelas,' - semuanya. Come pada teman kita tumbuh sedikit, "kata Sandiaga.
Pada prinsipnya, kata Sandiaga, dirinya sendiri dan Anies menginginkan keterbukaan.
Namun, jika akhirnya hanya dijadikan cemoohan, ia memilih untuk membatasi akses warga.
Menurut Sandiaga, semua video pertemuan tersimpan dengan baik dan akan diupload satu hari.
Dia meminta masyarakat untuk mengakhiri provokasi di antara orang-orang.
"Ini kita punya cukup waktu untuk membangun sebuah bangsa, jika kita menggunakan energi kita untuk saling menyerang tidak akan ada akhir, maka saya ingin memulai yang baru," katanya.
Saat melihat lebih dalam, penghentian rekaman video di YouTube oleh Sandiaga Uno Youtube sebenarnya melanggar peraturan gubernur sebelumnya (gubernur)!
Rupanya, kebijakan penerbitan video meeting untuk dilihat secara terbuka diatur dalam peraturan gubernur.
Peraturan gubernur tersebut ditandatangani oleh mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada 16 Agustus 2016.
Peraturan gubernur adalah Pergub 159 tahun 2016 tentang Pelaksanaan Rapat Pimpinan dan Rapat Resmi Keputusan Terkait Keputusan Pelaksanaan Media tentang Kebijakan Video Sharing.
Peraturan tersebut bisa diakses melalui halaman jdih.jakarta.go.id Pemprov DKI Jakarta.
Video sharing media yang biasa digunakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat itu adalah YouTube. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki akun YouTube resmi yang disebut Pemprov DKI Jakarta.
Dalam Pasal 2 dari dua poin tersebut, tujuan presentasi video adalah untuk memastikan hak warga negara diberi tahu tentang proses kebijakan publik.

Share:

Agen Judi Online Terpercaya

mwin77.com

Agen Judi Bola dan Casino Online


Q99bet.net

Agen Judi Poker Online Uang Asli

Q99Slot.net

Agen Judi Togel Terpercaya

toge1.com

Blog Archive