mwin77.com

Q99Slot.net

Q99bet.net

toge1.com

Senin, 22 Januari 2018

Jokowi Usulkan Petani Mesuji untuk Menjual Beras secara Online


Jokowi Usulkan Petani Mesuji untuk Menjual Beras secara Online
Jokowi Usulkan Petani Mesuji untuk Menjual Beras secara Online

Presiden Joko Widodo atau yang biasa dipanggil Jokowi datang berkunjung ke salah satu kawasan pertanian di Kabupaten Mesuji. Beliau mendorong petani yang ada di sini untuk memasarkan produk pertanian sawah padi yaitu berupa beras, kalau bisa dipasarkan secara daring alias online.

"Sekarang harus mulai seperti itu. Jadikan pembelinya tidak hanya sekitar itu saja, kalau mulai memasarkannya melalui online semua orang yang ada di seluruh Indonesia, dunia, bisa memesan nya langsung" kata Jokowi pada saat menghadiri acara Pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang Terintegrasi di Kawasan Transmigrasi, KTM Kabupaten Mesuji pada hari Minggu, 21 Januari 2018.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Kepresidenan, Bey Machmudin melalui keterangan pers tertulis.

"Inilah yang harus kita lakukan bersama-sama sampai sekali lagi semua produk pertanian kita tidak akan ketinggalan zaman. Terdapat pengerjaan setelah panen, pengeringan, digilang, kemudian dikemas baik dan lagi diberi nama baik dan juga dikemas dalam beberapa kelompok besar petani, kemudian diberi merek. Hal itu akan memberi nilai tambahan dengan menaikkan harga," kata Presiden.

Semua itu bisa dilakukan dengan lebih mudah apabila petani tidak bergerak sendirian. Petani hanya perlu untuk berkonsolidasi membentuk sebuah kelompok yang besar. "Jangan hanya bergerak sendiri hal itu akan menbuat sulit. Kalau bisa petani berproduksi dalam jumlah yang besar nantinya petani bisa bersaing," ujarnya.

Dengan cara seperti itu dapat menjadikan semua produk pertanian yang ada di Indonesia tidak  jadi ketinggalan zaman. Dan juga sekarang adanya kecenderungan dalam hal minat produk beras organik yang berasal dari luar negeri. Hal ini juga akan menjadi peluang untuk bisa ekspor bagi para petani di Mesuji.

Dengan turut hadir mendampingi Jokowi di acara ini, yakni Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Gubernur Lampung Ridho Ficardo.
Share:

Minggu, 21 Januari 2018

Seorang Sopir Taksi Online Uber Merampok Seorang Karyawati Bank

Seorang Sopir Taksi Online Uber Merampok Seorang Karyawati Bank
Aldy Erlangga yang berprofesi sebagai Sopir taksi online berumur 19 tahun ini nekat merampok Mega Anisa berumur 27thn yang berkerja sebagai karyawati bank di Gerbang Tol (GT) Cileunyi, pada hari Rabu,17 Januari lalu pada malam hari. Kepala Humas Uber Indonesia yaitu Dian Safitri sangat menyayangkan  atas kejadian tersebut.

"Kejadian itu sangatlah disayangkan. Kami sudah berhubungan dan juga bekerja sama dengan para aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung," kata Dian. Dalam kasus ini, korban Mega Anisa memesan taksi online dari Setiabudhi menuju Buahbatu, Bandung. Akan tetapi dalam perjalanan, korban yaitu Mega Anisa justru ditodong pisau dan tangan saya diborgol.
"Intinya awalnya itu saya pesan normal saja. Tiba-tiba terjadi seperti itu. Saya ditodongkan dengan pisau dan juga tangan saya diborgol. Barang-barang saya semua diambil," kata Mega pada saat berada di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung. Mega yang ditodong dan juga diborgol pada saat sebelum mobil taksi online tersebut masuk ke dalam gerbang tol Pasteur. Dan lagi, Mega juga dibawa jauh dari arah tujuannya sampai ke Cileunyi. 

Selama dalam perjalanan tersebut, Mega tidak bisa bergerak karena borgol masih dalam posisi mengikat di lengannya. Untungnya pada saat berada di gerbang tol Cileunyi, semua mobil sedang mengantri untuk membayar e-tol. Kesempatan tersebut digunakan oleh Mega untuk bisa kabur. Dalam waktu kurang dari 24 jam akhirnya polisi berhasil menangkap tersangka Aldy Erlangga di kediamannya. 

Agung Budi Maryoto selaku Kapolda Jabar Irjen menyatakan bahwa kasus ini merupakan murni perampokan yang dilatar belakangi karena kebutuhan ekonomi. Pelaku yang nekat merampok ini lantaran karena kepepet biaya untuk sehari-hari. "Motifnya ini dikarenakan oleh kebutuhan ekonominya," ujar Agung.

Sedangkan pelaku yang bernama Aldy Erlangga ini menyatakan bahwa telah mengincar handphone korban selama di dalam perjalanan. Korban yang pada saat itu menggenggam handphone merek Iphone plus yang berwarna emas. "Pelaku hanya tergiur saja dengan HP-nya. Awalnya hanya mau anter pulang korban saja, tidak ada niat apapun tapi melihat HP-nya," kata Aldy.

Aldy juga menyatakan bahwa dirinya selalu membawa parang dan juga borgol pada saat mengemudi mobil. Dengan tujuannya hanya untuk menjaga-jaga dirinya jika terjadi perbuatan kriminal kepada dirinya, akan tetapi ia justru menggunakan untuk merampok sang korban. Pada saat kejadian ini dilakukan, Aldy yang mengarahkan senjata tersebut ke leher korban. Dan juga, ujung parang tersebut menempel di leher Mega.
 
Bukan hanya itu saja, Aldy pun meminta dengan cara paksa supaya korban memakai borgol besi tersebut. Karena tidak bisa memakainya, Aldy pun ikut membantu pada saat memasangnya. Aldy mengaku tidak ada niat jahat pada saat melakukan aksi tersebut. Bahkan dirinya juga mengaku parang dan borgol tersebut tidak disiapkan dengan sengaja.

"Itu hanya untuk jaga-jaga saja. Memang saya suka membawanya. (Sajam dan borgol) yang ada di rumah saya bawa," ujar Aldy. Aldy pun mengaku tak ada niatan untuk membawa kabur korban. Namun lantaran panik, Aldy membawa korban hingga ke Cileunyi. "Tadinya saya mau menurunkan dia di Cileunyi," kata dia.

Aldy mengatakan aksi sadisnya tersebut dikarenakan kebutuhan ekonomi. Handphone yang dia ambil dari Mega juga rencananya akan dijual olehnya. "Pendapatan saya selama ini kurang. Dari Uber saja hanya dapat tiga juta dalam sebulan," tutur Aldy.
Berdasarkan dari interogasi penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung, Aldy mengatakan bahwa dia menggunakan akun milik orang lain. Ia juga beralasan kalau akun miliknya sudah diblokir oleh pihak Uber. "Iya dia akunnya sudah diblokir dari perusahaannya," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.
Share:

Minggu, 14 Januari 2018

Paket Combo 300 Milyar untuk Kemenangan Pilkada


Sudah beredar luas kebenaran seorang Calon Gubernur bernama La Nyalla yang bergabung dengan Partai Gerinda yang di Ketuai oleh Prabowo Subianto mengenai Jalan Pintas / Jalan Toll untuk kemenangan sebagai Cagub-Cawagub.

Pengakuan La Nyalla Mattalitti terkait permintaan uang oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah membuat gempar dunia politik di Indonesia, dengan dibongkarnya syarat uang yang diterapkan Gerindra untuk mengeluarkan rekomendasi di dalam Pilgub Jawa Timur 2018. La Nyalla menuding bahwa Prabowo meminta uang ratusan miliar rupiah. Gerindra pun membantah tudingan La Nyalla.

Menurut  Ikhsan Achmad sebagai akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, ternyata hal tersebut dilakukan di 'bawah meja' walaupun secara formal selalu dikesankan seolah terbuka dan demokratis. Ikhsan mengatakan demikian karena sudah pernah melakukan penelitian pada saat pemilihan walikota Serang, Banten pada tahun 2013. Penelitian ini pun tertulis di dalam bukunya yang berjudul Pilar Demokrasi Kelima: Realitas Konstruksi Politik Uang di Kota Serang.

Terdapat salah satu calon yang membayar 'mahar' sebesar Rp 5 miliar untuk bisa mendapatkan dukungan parpol. Besaran uang 'mahar'- nya pun ditentukan oleh jumlah kursi di dalam DPRD Kota Serang. Praktek tersebut sebenarnya termasuk dalam golongan politik uang. Hanya saja pihak KPU tidak bisa mengawasinya karena dalam proses pengawasan politik uang ini dilakukan pada saat calon kepala daerah akan mendaftar ke KPU.

"Politik uang sering terjadi secara sistemik pada empat level, antara lain pembelian dukungan parpol, pencitraan dalam dunia politik, membeli pengaruh para pemilih, dan juga transaksi dalam jual-beli suara," tulis Ikhsan. Kota Serang bukan hanya satu-satunya yang tercatat dalam transaksi uang 'mahar' ini. Ada juga Bupati Karawang yaitu Dedi Mulyadi pernah juga mengaku dimintai uang sebesar Rp 10 miliar oleh orang-orang yang mengaku dekat dengan para elite Partai Golkar pada saat ingin mencalonkan diri sebagai cagub Jawa Barat, pada bulan September 2017.

Menurut pengakuan yang diungkapkan oleh Dedi ini merupakan syarat daripada untuk mendapatkan persetujuan dukungan. Akan tetapi Dedi tidak mau memenuhi permintaan tersebut, dan para elit Partai Golkar pun telah membantah keras terdapatnya permintaan 'mahar' politik tersebut. Kenyataannya, waktu itu nama Dedi pada akhirnya tidak mendapatkan suara rekomendasi sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur.

Posisinya kemudian digantikan oleh Ridwan Kamil yang nyatanya bukanlah pengurus maupun kader Golkar seperti Dedi. Pada saat posisi Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar digantikan oleh Arilangga Hartarto, akhirnya posisi Dedi pun dapat kembali seperti yang diharapkannya. Menurut pendapat Ikhsan Achmad, selama ini permintan uang 'jalan toll' ini sudah membudaya di dalam kalangan parpol. Hanya saja transaksi dilakukan dengan sangat tertutup.

Pengawasan pun mengalami kesulitan karena kriteria yang diajukan oleh parpol mengenai calon kepala daerah tidak dapat diukur. Menurutnya proses seleksi seperti ini mencerminkan bahwa partai politik merupakan bagian daripada persoalan utama yang menyebabkan esensi dalam demokrasi selalu tenggelam. Pendidikan politik dan juga kesadaran masyarakat sendiri tidak pernah serius untuk dilakukan.

"Sifatnya yang tertutup dalam proses seleksi pencalonan kepala daerah menjadi salah satu penyebab terjadinya demokrasi yang sangat mahal karena banyak terjadinya transaksi yang telah merugikan kepentingan masyarakat dan ini menjadi faktor utama pada saat terjadinya rantai korupsi," imbuhnya.
Share:

Agen Judi Online Terpercaya

mwin77.com

Agen Judi Bola dan Casino Online


Q99bet.net

Agen Judi Poker Online Uang Asli

Q99Slot.net

Agen Judi Togel Terpercaya

toge1.com